BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Categoris

BTemplates.com

Laman

Blogroll

Blog ini menyediakan informasi terupdate

BTemplates.com

Tampilkan postingan dengan label Berita Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Terkini. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2016

Meski Bukan Warga AS, Penyanyi Adele Juga Dukung Hillary Clinton




Adele tampaknya tidak lagi bisa menahan diri ketika mengetahui bahwa salah seorang penonton yang ikut hadir dalam konsernya di Miami hari Selasa lalu (25/10) adalah calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton.
Musisi Inggris yang pernah mengatakan tidak akan ikut berpolitik dan meminta supaya lagu-lagunya tidak diasosiasikan dengan politik, akhirnya tidak tahan lagi dan ia berteriak keras dari atas panggung.
"Jangan pilih Trump! Saya memang tidak bisa ikut pemilu, tetapi saya 100% mendukung Hillary Clinton. Saya suka dia karena dia luar biasa,” ujar Adele.
Fans Adele langsung bersorak-sorai mendukung pernyataannya.
"Saya orang Inggris, tetapi apa yang terjadi di Amerika ikut menimbulkan dampak pada saya juga”, tambah musisi yang telah menjual puluhan juta kopi albumnya itu.
Adele tidak bertemu langsung dengan Clinton dalam konser itu. Tetapi seorang pembantu Clinton mengatakan calon presiden itu datang dan duduk berdekatan dengan mereka dan beberapa penasihat tim kampanye di sudut konser itu. Mereka juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraan ketika Adele memberi dukungan pada Clinton.

Jika Hillary Clinton Menang, Ini Manfaat Bagi Indonesia



 
Mantan juru bicara kepresidenan, Wimar Witoelar, berpendapat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton lebih mampu memberikan dampak yang baik bagi hubungan Indonesia-AS dibandingkan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.
"Implikasi yang paling baik (bagi Indonesia) adalah Hillary Clinton, karena Donald Trump tidak berpengalaman secara politik," kata Wimar ketika ditemui di Jambi, awal pekan ini.
Mantan juru bicara kepresidenan era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid tersebut menjelaskan sosok Hillary lebih siap dan berpengalaman secara politik karena pernah menjadi ibu negara, senator, dan menteri luar negeri di AS.
Selain aspek tersebut, Wimar juga menilai Hillary lebih baik karena pesaingnya, yaitu Donald Trump, hanya merupakan sosok yang mengandalkan popularitasnya sebagai selebriti dan konglomerat.
Program yang ditawarkan Trump dipandang hanya menyentuh kalangan tertentu di AS, yaitu masyarakat kulit putih berpendidikan rendah dan mereka yang merasa ketinggalan pada kemajuan industri, teknologi, dan globalisasi.
"Sehingga mereka yang terpepet dengan pendatang dan anti-pluralisme berlindung di balik Trump yang berkenan di hati mereka karena akan menciptakan AS yang didominasi orang kulit putih, anti-Islam, anti-imigran, anti-Meksiko, dan karena itu mereka bangkit mendukung," kata Wimar.
Di samping itu, program-program utama yang dikampanyekan oleh Trump dapat berimplikasi kurang baik bagi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia.
"Kalau Trump terpilih kita bisa kena sanksi anti-Muslim, dan akan hambatan untuk masuk ke AS. Semua perjanjian perdagangan bebas akan dihapuskan karena dia orientasinya ke dalam. Pakta pertahanan juga akan dibubarkan," kata dia.
Selain itu, kemenangan Trump dapat menyebabkan adanya reorientasi hubungan antara Indonesia dan AS, terutama dalam kaitan dengan angkatan bersenjata karena perubahan kebijakan pakta pertahanan di AS.
Amerika Serikat akan menggelar pemilihan presiden pada 8 November 2016. Pemilihan tersebut diikuti oleh Donald Trump sebagai calon presiden dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat

Selasa, 01 November 2016

MUI Kabupaten Kuningan Izinkan Warga Kuningan Demo Ahok di Jakarta


Kuningan - Dari sekian banyak warga Kuningan yang beragama Muslim, tentu saja sangat tersinggung omongan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok yang bahwasanya menistakan agama. Karena pada saat pelaksanaan aksi pada tanggal 21 Oktober 2016 lalu, hampir 10 ribu demonstran memadati depan Masjid Syi'arul Islam (SI). Untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan mengizinkan warga Kuningan yang berniat turut serta berunjuk rasa ke Jakarta pada tanggal 4 November nanti terkait dugaan penistaan Al-Quran oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama Alias Ahok.
“Banyak yang datang ke MUI untuk pamit untuk berangkat ke Jakarta pada tanggal 4 November nanti, dan kami izinkan. Kami juga meminta jangan ada pihak yang menghalang-halangi niat warga Kuningan tersebut, sebab tindakan mereka jelas dilindungi undang-undang. Siapa pun jangan sampai melarang niatan mereka untuk membela kitab sucinya yang dinistakan,” tegas Ketua MUI Kuningan KH Abdul Aziz, Selasa (1/11).
Aziz hanya berpesan kepada warga Kuningan yang berangkat ke Jakarta untuk bisa menjaga diri dan turut menjaga keamanan dalam menjalankan aksi nanti. Menyampaikan aspirasinya dengan benar dan jangan sampai terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak.
Bagi yang tidak berangkat, Aziz mengatakan, akan ada acara doa bersama pada hari Jumat melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari Bupati, para anggota Forkopinda hingga para ulama bahkan lintas agama di halaman Masjid Syiarul Islam.
“Ini merupakan hasil musyawarah bersama MUI, Bupati dan unsur Forkopimda dan para ulama pada hari Selasa di Masjid Syiarul Islam. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kuningan sebelum salat Jumat, kita akan menggelar doa bersama demi keselamatan bangsa” ujar Aziz.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Aziz, juga menghasilkan kesepakatan ulama dan umaro untuk turut serta menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban. Terkait masalah Ahok, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama dan meminta ketegasan Kapolri untuk menindaklanjutinya sebagaimana mestinya. Bahkan tindakan tegas bagi pelaku penista agama di sini, sambung Aziz, bukan hanya Ahok melainkan siapa saja. (taufik).
(Sumber: RadarCirebon)